via Liputan6, 10 and 16 May 2020: A pair of articles (in Bahasa Indonesia) about Masjid Patimburak, a 19th century mosque in Fakfak, Papua, that was built with the architectural features of a church. Thanks to Hari Suroto for the links.
Kabupaten Fakfak di Provinsi Papua Barat tak lagi dapat dipungkiri soal toleransi agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Bahkan harmonisasi keberagaman di Kota Pala, sebutan untuk Fakfak, sudah mendarah daging dan turun temurun dilakukan.
Salah satu bukti harmonisasi agama di kota itu adalah Masjid Patimburak yang terletak di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Masjid Patimburak dibangun oleh Raja Pertuanan Wertuar pada 1870. Arsitektur masjid sangat unik, karena ada perpaduan bentuk masjid dan gereja.
Konon kabarnya, Raja Pertuanan Wertuar sangat menghormati agama di daerah itu yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik yang sudah menjadi tiga agama dan hidup berdampingan di zaman Pertuanan Wertuar.
Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan jika dilihat dari kejauhan, kubah masjid dirancang mirip arsitektur gereja-gereja di Eropa.
Source: Masjid Patimburak, Bukti Kerukunan Umat Beragama di Fakfak – Ramadan Liputan6.com
See also:















