Underwater archaeology in Papua

via CNN Indonesia, 18 October 2017:

Pulau Papua dikelilingi oleh perairan yang luas, dan memiliki tinggalan arkeologi bawah air. Selama ini di Papua belum pernah dilakukan penelitian arkeologi bawah air, hal ini disebabkan oleh keterbatasan peralatan dan sumberdaya manusia.

Berbeda dengan penelitian arkeologi di daratan, penelitian arkeologi bawah air membutuhkan dana lebih besar untuk membeli peralatan, akses ke lokasi, serta tingkat kesulitan tinggi untuk penelitian arkeologi bawah air.

Papua memiliki potensi tinggalan arkeologi bawah air di antaranya kapal perang maupun pesawat terbang peninggalan Perang Pasifik terdapat di perairan Papua dan Papua Barat. Kapal peninggalan Perang Pasifik milik Amerika, The Junkyard terdapat di perairan Pulau Amsterdam. Pesawat tempur Zero di perairan Pulau Rippon, Wandamen. Pesawat Amerika P47-D Razorback di Pulau Wai, Raja Ampat.

Source: Mengintip Kekayaan Arkeologis Bawah Air di Papua

Related Posts

Author: Noel Tan

Dr Noel Hidalgo Tan is the Senior Specialist in Archaeology at SEAMEO-SPAFA, the Southeast Asian Regional Centre for Archaelogy and Fine Arts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *