No Comments

Work on a planned Majapahit-style village in Trowulan yesterday has been described as half-hearted after recent government inspections to the project note a number of differences between the plans and the final product. The Majapahit Village project was meant to promote cultural and historical tourism around the Majapahit empire that was centred there.

Members of a parliamentary team inspecting the Majapahit Village. Source: Koran Sindo 20150416

Members of a parliamentary team inspecting the Majapahit Village. Source: Koran Sindo 20150416

Proyek Majapahit Setengah Hati
www.koran-sindo.com, 16 April 2015

Proyek pembangunan Kampung Majapahit di Kecamatan Trowulan menjadi sorotan DPRD Mojokerto. Para wakil rakyat menilai Pemkab Mojokerto setengah hati mengerjakan proyek tersebut.

Penilaian itu muncul setelah sejumlah anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar inspeksi mendadak di Desa Bejijong kemarin. Di lokasi proyek tersebut para wakil rakyat menjumpai bangunan khas Majapahit yang dibangun tidak sama antar satu dengan lain. Kondisi ini tentu berbeda dengan konsep awal ketika proyek itu pertama kali dicanangkan.

Saat itu Desa Bejijong dan sekitarnya diproyeksikan menjadi kawasan khas Majapahit dengan dicirikan bangunan rumah maupun tempat ibadah. Selain ada perbedaan dengan konsep awal, pertanggungjawaban proyek ini juga belum jelas.

Full story here.

Related Posts

Found this site useful? Show support by Buying Me a Coffee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.