Local brick industry a danger to Trowulan’s archaeology

Source: Detik.com 20140505

The local red brick industry in Trowulan is a potential source of danger to the archaeology of Trowulan.

Source: Detik.com 20140505
Source: Detik.com 20140505

Sejarah Majapahit Banyak yang Hilang karena Perindustrian
Detik.com, 05 May 2014
Article is in Bahasa Indonesia

Pemerintah dinilai lamban memberikan pemahaman ke masyarakat terkait perlindungan dan pelestarian kawasan cagar budaya Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Hal itu tampak besarnya aktivitas penggalian tanah untuk industri batu bata. Sehingga banyak peninggalan sejarah Majapahit yang hilang karena aktivitas industri ini.

Di wilayah Kecamatan Trowulan, setidaknya ratusan hektar tanah yang awalnya berupa lahan persawahan telah digali untuk industri bata merah. Ironisnya, industri ini telah berjalan sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum UU tentang cagar budaya dibuat oleh pemerintah.

Pakar arkeologi Universitas Indonesia (UI) yang juga tim ahli cagar budaya, Mundardjito, lapisan kebudayaan Majapahit terkubur dalam lapisan tanah sedalam 3 meter. Terdiri dari 3 lapisan kebudayaan. Yakni mulai dari lapisan paling dalam berturut-turut lapisan kebudayaan Majapahit awal, pertengahan dan kebudayaan Majapahit akhir.

Full story here.

Related Posts

Author: Noel Tan

Dr Noel Hidalgo Tan is the Senior Specialist in Archaeology at SEAMEO-SPAFA, the Southeast Asian Regional Centre for Archaelogy and Fine Arts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *